Program Seribu Masjid Ramah Disabilitas dan Lansia Diluncurkan
Cholis Anwar
Selasa, 24 Juni 2025 13:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi meluncurkan program seribu masjid ramah penyandang disabilitas dan lansia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menjadikan masjid lebih inklusif, nyaman, dan dapat diakses oleh semua kalangan umat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, dalam acara Kick Off Program Ngaji Fasholatan dan 1.000 Masjid Inklusif di Jakarta, Selasa (24/6/2025) mengatakan, Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah.
Menurutnya, masjid harus berkembang menjadi ruang pelayanan sosial dan pemberdayaan umat. Tidak hanya itu, Masjid juga sekaligus menjadi tempat yang paling aman, ramah, dan nyaman bagi kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas.
”Bayangkan para lansia bertemu sahabat seangkatannya di masjid, saling menyapa, saling cerita. Tempat yang paling indah untuk mereka adalah masjid. Maka sudah saatnya kita benahi agar masjid benar-benar jadi rumah yang memuliakan semua,” kata Abu Rokhmad dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, gerakan masjid inklusif tidak hanya menyangkut arsitektur fisik, tetapi juga mencakup cara pandang pengurus dan jemaah. Diperlukan kesadaran kolektif bahwa setiap warga negara berhak mengakses layanan keagamaan dengan aman dan bermartabat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Arsad Hidayat mengatakan, kondisi masjid saat ini masih jauh dari ideal dalam menjamin akses bagi kelompok rentan.
”Data survei dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menyebutkan dari 47 masjid yang dicek, 46 di antaranya belum ramah terhadap penyandang disabilitas dan lansia. Ini pukulan besar bagi kita,” ujarnya.
Junjung prinsip keadilan...
Menurut Arsad, temuan tersebut menunjukkan masjid belum diperlakukan sebagai ruang publik yang menjunjung prinsip keadilan akses.
Padahal, berdasarkan data BPS, 8,5 persen atau sekitar 23 juta penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas.
”Kita harus ubah mindset. Jangan lagi ada anggapan bahwa penyandang disabilitas cukup ibadah di rumah,” tegasnya.



