Mayoritas Penduduk Miskin Indonesia Terkonsentrasi di Pulau Jawa
Cholis Anwar
Sabtu, 26 Juli 2025 13:33:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebagian besar penduduk miskin di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono mengatakan, pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa mencapai 12,56 juta orang, atau setara dengan 52,66 persen dari total penduduk miskin nasional.
”Jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 12,56 juta penduduk miskin berada di Pulau Jawa. Atau kontribusinya sekitar 52,66 persen terhadap total jumlah penduduk miskin nasional,” ujar Ateng dikutip dari Antara, Sabtu (26/7/2025).
Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan data pada September 2024, jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa menunjukkan penurunan. Persentase kemiskinan di Jawa turun sebesar 0,06 persen poin, dari 8,05 persen menjadi 7,99 persen.
Sementara itu, Ateng juga memaparkan sebaran penduduk miskin di wilayah lain. Jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Kalimantan, yakni 0,89 juta orang atau sekitar 3,75 persen dari total penduduk miskin nasional.
Di Kalimantan, tingkat kemiskinan juga menurun dari 5,30 persen pada September 2024 menjadi 5,15 persen pada Maret 2025, atau turun 0,15 persen poin.
Penurunan angka kemiskinan juga tercatat di sebagian besar wilayah lain di Indonesia. Bali dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan penurunan persentase kemiskinan terbesar, yakni 0,22 persen poin. Persentase penduduk miskin di wilayah ini turun dari 12,15 persen menjadi 11,93 persen.
”Jika dibandingkan antara Maret 2025 dengan September 2024, hampir seluruh pulau mengalami penurunan jumlah dan persentase penduduk miskinnya. Penurunan paling besar terjadi di Bali dan Nusa Tenggara,” tambah Ateng.
Penurunan kemiskinan...
- 1
- 2



