Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menyatakan akan menghentikan operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bermasalah dalam menyediakan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa.

Kebijakan ini menyusul maraknya kasus keracunan massal di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Bandung Barat.

”Kita hentikan SPPG yang mengakibatkan keracunan,” kata Dedi dikutip dari Antara, Jumat (3/10/2025).

Gubernur Dedi Mulyadi turut menanggapi pertanyaan mengenai kematian seorang siswa SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, yang dikaitkan dengan konsumsi makanan MBG.

Siswa bernama Bunga Rahmawati (17) tersebut meninggal dunia pada 30 September 2025 setelah mengalami gejala mual, muntah, dan kejang.

Bunga diketahui ikut mengonsumsi menu MBG pada 24 September 2025, hari yang sama ketika 121 siswa lainnya di sekolah tersebut mengalami gejala keracunan.

Meski demikian, Dedi Mulyadi menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kematian Bunga kepada aparat penegak hukum (APH).

”Biarkan itu didalami oleh aparat penyidik dan kemudian didalami oleh hasil forensik,” ujarnya.

Secara terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat sebelumnya telah memberikan keterangan bahwa Bunga Rahmawati memiliki riwayat penyakit lambung dan memastikan kematiannya tidak disebabkan oleh keracunan makanan Program MBG.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler