Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Blora pada Minggu (26/10/2025) menyebabkan sejumlah ruas di Jalan Nasional Blora-Cepu tergenang banjir setinggi 20 hingga 30 sentimeter.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga merendam sejumlah ruko di Desa Jiken, Kecamatan Jiken.

Para pedagang di sepanjang jalur tersebut mengaku panik karena air masuk ke dalam ruko secara tiba-tiba, membuat mereka kewalahan menyelamatkan barang dagangan.

Mifta, salah satu pedagang, mengaku fokus utamanya adalah menjauhkan arus listrik, sehingga tidak sempat mengamankan stok barang.

Sementara pedagang lain, Udin, menyebut genangan kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

”Biasanya memang sering tergenang kalau hujan deras, tetapi baru kali ini sampai masuk ke dalam ruko. Kayak-nya drainase sudah banyak lumpurnya dan belum diperbaiki, jadi air meluap ke jalan,” tutur Udin dikutip dari Antara.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Blora, Agung Triyono, membenarkan adanya genangan air akibat curah hujan yang tinggi sejak siang hari.

”Benar, ada genangan air setinggi sekitar 20 sampai 30 centimeter di beberapa titik. Tim kami sudah turun untuk melakukan pemantauan dan membantu warga serta pengguna jalan yang terdampak,” ujar Agung.

Drainase...

Menurut Agung, tingginya curah hujan dalam waktu singkat dan kondisi drainase yang kurang optimal menjadi faktor utama meluapnya air ke badan jalan. Debit air yang besar tidak mampu ditampung saluran dengan cepat, sehingga meluber hingga ke ruko warga.

Hingga malam hari, petugas di lokasi terpantau menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas untuk keselamatan pengguna jalan.

BPBD menyatakan air sudah mulai surut dan tidak ada laporan korban jiwa. Para pedagang masih sibuk membersihkan ruko agar aktivitas dapat segera normal kembali.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler