Diterjang Banjir, 32 Sekolah di Aceh Barat Diliburkan, Ujian Mundur
Cholis Anwar
Senin, 1 Desember 2025 13:11:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hingga Senin (1/12/2025) masih meliburkan aktivitas belajar mengajar di 32 unit Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Keputusan ini diambil setelah puluhan sekolah tersebut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai di atas satu meter.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Husensah mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang mengupayakan pembersihan lokasi sekolah yang terendam.
”Sampai dengan saat ini lokasi sekolah yang terendam banjir masih diupayakan pembersihan oleh pemerintah daerah, sementara ini aktivitas sekolah belum bisa dilaksanakan,” kata Husensah dikutip dari Antara.
Selain meliburkan sekolah, Pemkab Aceh Barat juga menunda pelaksanaan ujian bagi ribuan anak didik di 32 SD yang terdampak. Ujian yang seharusnya dimulai pada Senin (1/12/2025) ini, rencananya akan digeser dan baru akan dimulai pada Kamis (4/12/2025), setelah semua sekolah selesai dibersihkan.
Dampak banjir bandang tercatat sangat parah pada dua unit SD yang hancur terbawa arus sungai, yaitu SDN Alue Lhok dan SD Sikundo, keduanya berada di Kecamatan Pante Ceureumen.
”Dampak rusaknya dua unit sekolah dasar di pedalaman Aceh Barat tersebut juga telah menghentikan seluruh aktivitas pendidikan terhenti total. Bahkan hanya sedikit bangunan sekolah yang tersisa dan saat ini berada di pinggir aliran sungai, karena lahan sekolah telah tergerus sungai,” jelas Husensah.
Selain dua sekolah yang hancur, sebanyak 30 unit SD tersebar di 10 kecamatan juga terendam banjir dan lumpur, menyebabkan aktivitas belajar mengajar terhenti sementara waktu.
Banjir Bandang...
- 1
- 2



