Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) selama setahun ini, telah mengungkap berbagai skandal korupsi raksasa yang melibatkan pejabat publik.

Skandal korupsi raksasa itu telah menyebabkan kerugian negara dengan nilai yang cukup fantastis, bahkan hingga ratusan triliun.

Dua kasus utama yang paling menyedot perhatian publik adalah korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina dan pengadaan laptop pendidikan di Kemendikbudristek.

Skandal BBM Pertamina: Kerugian Negara Tembus Rp 285 Triliun

Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina periode 2018-2023 mencatatkan rekor kerugian keuangan negara terbesar, yakni mencapai Rp285 triliun.

Penyidik Kejagung menemukan adanya pemufakatan jahat antara oknum internal Pertamina dengan pihak swasta dalam pengadaan impor minyak.

Hingga saat ini, Kejagung telah menetapkan sejumlah tersangka kunci dari pihak swasta, yakni Mohammad Riza Chalid.

kemudian Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, dan beberapa VP di lingkungan Pertamina.

Pihak Afiliasi Muhammad Kerry Andrianto Riza yang merupakan anak Riza Chalid, selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.

Berkas perkara untuk sembilan tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk segera disidangkan.

Chromebook...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler