Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, dalam waktu dekat, pemerintah berencana membuka kampus-kampus kedokteran yang dapat diakses secara gratis bagi anak bangsa melalui pembiayaan negara.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pidato pada acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi. Acara tersebut dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Presiden menyoroti fakta bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi defisit yang signifikan pada sektor kesehatan.

”Kita masih mengalami kekurangan ratusan ribu dokter, termasuk dokter gigi. Oleh karena itu, kita harus buka sekolah dan kampus-kampus kedokteran yang banyak,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan, kebijakan pendidikan gratis ini tidak hanya menyasar bidang kedokteran, tetapi juga bidang strategis lainnya seperti teknik.

Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

Visi besar ini, menurut Presiden, bertujuan untuk menciptakan mobilitas sosial yang berkeadilan di mana anak dari keluarga kurang mampu sekalipun memiliki hak yang sama untuk meraih prestasi tertinggi.

”Kampus kedokteran, teknik, dan sebagainya nanti dibuka untuk semua anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara. Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, dokter, pengusaha, hingga jenderal. Saya akan bangga melihat itu,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo memandang pendidikan sebagai instrumen paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Namun, ia menyadari implementasi program ini membutuhkan dukungan anggaran yang besar serta tata kelola keuangan negara yang bersih dan bebas dari penyimpangan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler