Banjir Meluas, Pemkab Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Cholis Anwar
Minggu, 18 Januari 2026 10:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Pati resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana menyusul meluasnya dampak banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak awal Januari.
Langkah ini diambil untuk mempercepat koordinasi penanganan terpadu dan prioritas penyelamatan warga.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026. Status tanggap darurat ini dinyatakan berlaku selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 10 Januari hingga 23 Januari 2026.
”Penetapan status ini menjadi payung hukum agar seluruh unsur pemerintah dapat bergerak lebih cepat, taktis, dan responsif dalam penanganan bencana yang terkoordinasi dan tepat sasaran,” tulis keterangan resmi Pemkab Pati, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan laporan situasi terbaru per 18 Januari 2026, bencana hidrometeorologi ini telah berdampak pada 12 kecamatan, yaitu Dukuhseti, Juwana, Pati, Jakenan, Gabus, Wedarijaksa, Sukolilo, Tayu, Margorejo, Margoyoso, Kayen, dan Batangan.
Meski pada awal kejadian terdapat 136 desa yang terendam, saat ini jumlah desa terdampak mulai menurun menjadi 84 desa seiring berjalannya upaya penanganan darurat di lapangan.
Hingga hari ini, tercatat dampak besar yang dialami warga Kabupaten Pati, meliputi korban jiwa sebanyak dua orang. Kemudian warga yang terdampak banjir sebanyak 61.606 jiwa, rumah terendam banjir sebanyak 20.194 rumah.



