Terdapat kendala administrasi serta keterbatasan waktu persiapan operasional yang membuat implementasinya baru bisa dilakukan setahun mendatang.
Menariknya, Kemenhaj belum berencana membangun asrama haji baru di area Bandara Kediri dalam waktu dekat. Sebagai strategi awal, pemerintah akan menerapkan pengaturan kloter yang lebih fleksibel untuk menyiasati ketiadaan fasilitas penginapan tersebut.
Murianews, Surabaya – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berencana menjadikan Bandara Dhoho Kediri sebagai alternatif gerbang keberangkatan jemaah haji asal Jawa Timur mulai tahun 2027.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi untuk mengurai kepadatan di Embarkasi Surabaya yang selama ini menjadi salah satu titik tersibuk di Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, secara teknis Bandara Kediri telah siap melayani penerbangan internasional skala besar.
Posisinya yang strategis dinilai sangat ideal bagi jemaah yang berasal dari wilayah Jawa Timur bagian selatan.
”Bandara Kediri kami pilih sebagai alternatif embarkasi karena secara teknis sudah siap dan posisinya strategis untuk melayani jemaah dari wilayah Jawa Timur bagian selatan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut dikutip dari Detik.com, Jumat (23/1/2026).
Selama ini, jemaah haji dari Kediri Raya dan sekitarnya, seperti Tulungagung, Blitar, hingga Trenggalek, harus menempuh perjalanan darat cukup jauh menuju Surabaya sebelum diterbangkan ke Tanah Suci.
Jarak tempuh yang panjang ini sering kali menguras fisik jemaah, terutama kelompok lanjut usia (lansia).
Gus Irfan menekankan, efisiensi waktu dan tenaga menjadi pertimbangan utama. Dengan pembagian titik keberangkatan, jemaah dari daerah selatan tidak perlu lagi singgah di Surabaya.
”Tentu kami bagi mana yang lebih dekat, supaya lebih efisien, lebih efektif, dan tidak terlalu memberikan rasa capek kepada para jemaah haji kita,” tuturnya.
Menhaj...
Meski infrastruktur Bandara Dhoho sudah tersedia, Menhaj memastikan fasilitas ini belum bisa dimanfaatkan untuk musim haji 2026.
Terdapat kendala administrasi serta keterbatasan waktu persiapan operasional yang membuat implementasinya baru bisa dilakukan setahun mendatang.
Menariknya, Kemenhaj belum berencana membangun asrama haji baru di area Bandara Kediri dalam waktu dekat. Sebagai strategi awal, pemerintah akan menerapkan pengaturan kloter yang lebih fleksibel untuk menyiasati ketiadaan fasilitas penginapan tersebut.