Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaluddin mengatakan, terdapat potensi perbedaan awal Ramadan 1447 Hijriah antara pemerintah dengan sejumlah penghitungan yang sudah dilakukan ormas Islam.

Menurutnya, perbedaan ini dipicu oleh adanya dua sudut pandang kriteria, yakni penggunaan kriteria ”hilal lokal” dan ”hilal global”.

Berdasarkan analisis astronomis menggunakan kriteria hilal lokal, Prof Thomas memprediksi 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Prof Thomas menjelaskan, Kementerian Agama (Kemenag) dan mayoritas ormas Islam di Indonesia menggunakan kriteria ”hilal lokal” (MABIMS), yang mensyaratkan visibilitas hilal di wilayah Indonesia.

Pada saat matahari terbenam tanggal 17 Februari 2026, posisi bulan di seluruh Indonesia diprediksi masih berada di bawah ufuk (minus).

Data BMKG mengonfirmasi ketinggian hilal saat itu berkisar antara -2,41 derajat di Jayapura hingga -0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

”Posisi bulan masih di bawah ufuk, jadi tidak mungkin dirukyat. Maka awal Ramadan jatuh pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026,” ujar Thomas, Kamis (5/2/2026).

Di sisi lain, awal Ramadan bisa jatuh lebih cepat, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026, jika mengacu pada kriteria ”hilal global”.

Acuan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler