Pakar BRIN Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Cholis Anwar
Kamis, 5 Februari 2026 06:44:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kriteria ini biasanya menjadi acuan Muhammadiyah, di mana awal bulan ditetapkan asalkan terjadi konjungsi sebelum fajar di Selandia Baru dan hilal sudah terlihat di bagian bumi mana pun.
”Pada 17 Februari, posisi bulan telah memenuhi kriteria di wilayah Alaska. Berdasarkan data tersebut, awal Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari 2026. Tidak ada yang keliru secara astronomi, hasilnya beda karena perbedaan kriteria lokal dan global,” jelas mantan Kepala LAPAN tersebut.
Meski prediksi telah muncul, keputusan resmi tetap berada di tangan pemerintah melalui Kementerian Agama. Kemenag dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026.
Pemerintah Indonesia saat ini menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.



