Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora Pemkab Blora Jawa Tengah, resmi menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar dalam APBD 2026 untuk perluasan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait minimnya cahaya di sejumlah ruas jalan strategis yang memicu risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kejahatan pada malam hari.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Dasiran mengatakan, pihaknya tengah melakukan identifikasi lapangan untuk menentukan titik pemasangan yang paling krusial.

”Kami akan segera menghitung kebutuhan penerangan di wilayah sasaran agar pemasangan tepat guna,” ujar Dasiran dikutip dari Antara, Selasa (10/2/2026).

Pihaknya merinci, anggaran Rp 2,4 miliar tersebut dibagi ke dalam tiga skema utama, yakni PJUTS Rayon Blora Rp 1 miliar menggunakan tenaga surya, PJUTS Rayon Cepu Rp 1 miliar menggunakan tenaga surya, dan Bantuan Provinsi (Banprov) Rp 400 juta.

Untuk program bantuan provinsi, fokus pemasangan akan menyasar jalur Kamolan–Banjarejo–Ngawen. Sementara itu, program PJU Tenaga Surya (PJUTS) akan diprioritaskan untuk menerangi jalur Cabak-Bleboh serta jalur Keser-Nglangitan.

Meskipun program ini terus berjalan, alokasi anggaran tahun 2026 mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp 11,35 miliar. Dasiran menjelaskan, hal ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi imbas berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD).

”Ada pengurangan TKD sekitar Rp 9 miliar yang secara otomatis berimbas pada penyesuaian anggaran PJU tahun ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, hingga Juni 2025, Blora telah memiliki 8.316 titik lampu jalan. Beban operasional listrik untuk ribuan titik tersebut mencapai lebih dari Rp 700 juta per bulan, yang mencakup wilayah UPJ Rayon Blora dan Cepu.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler