Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kabar gembira bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa dana Tunjangan Hari Raya (THR) untuk tahun 2026 telah disiapkan.
Pemerintah secara resmi menggelontorkan anggaran sebesar Rp 55 triliun untuk memenuhi kewajiban pembayaran THR bagi seluruh abdi negara tahun ini.
”Sudah pasti nanti. Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujar Purbaya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).
Pencairan THR lebih awal ini bukan tanpa alasan. Menurut Purbaya, percepatan belanja negara, termasuk THR, merupakan strategi instrumen fiskal utama pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sejak awal tahun.
Dengan cairnya THR di awal Ramadan, pemerintah berharap likuiditas di tengah masyarakat meningkat tajam, yang pada gilirannya akan mendorong daya beli dan konsumsi rumah tangga.
”Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di bulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” tambah Purbaya.
Selain THR, pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi lainnya, seperti percepatan program Makan Bergizi Gratis, dana rehabilitasi pascabencana, paket tambahan stimulus ekonomi lainnya.
Total belanja negara pada awal tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp 809 triliun. Langkah ekspansif ini diambil demi mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, lebih tinggi dari asumsi APBN yang berada di angka 5,4 persen.



