Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Israel mengeklaim keyakinan tinggi bahwa sang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal menyusul ledakan 30 bom yang menghujam kawasan kediamannya.

sementara Teheran membantah keras kabar tersebut. Bahkan Iran menyatakan jika kabar mengenai meninggalnya Ayatollah Khamenei itu hanyalah sebagai perang mental.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, militer Israel menjatuhkan sedikitnya 30 bom ke kompleks kediaman Khamenei.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi pasukannya memang menargetkan dan telah menghancurkan kompleks milik Khamenei.

Senada dengan itu, pihak Amerika Serikat (AS) melalui intelijennya tengah melakukan penilaian mendalam, meski kecenderungan informasi awal mengarah pada keyakinan yang sama dengan pihak Israel.

Serangan udara ini merupakan bagian dari operasi militer skala besar yang diberi nama ”Operation Epic Fury”.

Presiden AS, Donald Trump, menegaskan operasi ini diluncurkan untuk melumpuhkan ancaman nuklir Iran yang dianggap membahayakan warga Amerika dan stabilitas kawasan.

Tak hanya menyasar Teheran, terutama di kawasan Jalan Universitas dan Jomhouri, ledakan besar juga mengguncang titik-titik vital di tujuh kota lainnya.

Kantor berita AFP melaporkan serangan tersebut meliputi wilayah Isfahan, Tabriz, Karaj, Kermanshah, Qom, Ilam, hingga Provinsi Lorestan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler