Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai membayangi stabilitas harga energi di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, perang tersebut berpotensi memicu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Pemicu utamanya adalah keputusan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang dilaporkan menutup Selat Hormuz pada Sabtu (28/2/2026).

Langkah tersebut diambil Iran sebagai respons atas serangan udara besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel ke Teheran pada hari yang sama.

Menko Airlangga menjelaskan, Selat Hormuz merupakan urat nadi pasokan minyak global. Penutupan jalur ini secara otomatis akan mengerek harga minyak mentah dunia, yang kemudian berdampak pada harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

”Otomatis (BBM) akan naik, sama seperti saat perang Ukraina, kan naik. Tetapi, kali ini suplai dari Amerika juga akan meningkat, dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya,” ujar Airlangga dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026).

Meskipun ada risiko kenaikan, pemerintah optimistis tekanan harga bisa sedikit tertahan. Hal ini didorong oleh peningkatan produksi minyak dari Amerika Serikat serta komitmen OPEC untuk menambah kapasitas produksinya guna menyeimbangkan pasar.

Sebagai langkah mitigasi terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah, pemerintah Indonesia telah menyiapkan skema cadangan. Salah satunya adalah dengan mengalihkan sumber impor minyak dari wilayah non-Timur Tengah.

Jalin MoU...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News