Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JakartaBupati Pekalongan Fadia Arafiq, resmi muncul di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan, Rabu (4/3/2026).

Penampilan ini secara tersirat mengonfirmasi statusnya sebagai tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) ketujuh yang digelar lembaga antirasuah ini.

Di hadapan awak media, Fadia memberikan pengakuan mengejutkan mengenai kronologi penangkapannya di Semarang.

Ia mengklaim bahwa saat tim penyidik datang menjemput, dirinya tengah berada di sebuah rumah bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

”Saat penangkapan, saya sedang bersama Pak Gubernur Jawa Tengah,” ujar Fadia dikutip dari Antara.

Fadia menjelaskan, kehadirannya bersama Gubernur Ahmad Luthfi saat itu bertujuan untuk mengoordinasikan ketidakhadirannya dalam acara sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

”Membahas izin, sebab saya enggak bisa hadir acara MBG,” tuturnya saat ditanya mengenai materi pembicaraannya dengan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.

Meskipun telah mengenakan rompi tahanan, Fadia tetap membantah terlibat dalam praktik korupsi.

Pembelaan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler