Internasional
Mojtaba Khamenei Muncul sebagai Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran
Cholis Anwar
Rabu, 4 Maret 2026 14:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Dinamika politik di Republik Islam Iran memasuki babak baru pascagugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat-Israel akhir pekan lalu.
Nama putra mendiang, Mojtaba Khamenei, kini dilaporkan mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan jabatan tertinggi di negara tersebut.
Berdasarkan laporan The New York Times pada Selasa (3/3/2026), dewan tokoh agama dan ulama senior yang memiliki otoritas dalam memilih pemimpin telah mengadakan musyawarah intensif.
Dalam pertemuan tersebut, dukungan terhadap Mojtaba Khamenei dilaporkan menguat secara signifikan.
”Musyawarah para ulama menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei muncul sebagai sosok sentral untuk menggantikan ayahnya,” demikian nukilan laporan tersebut mengutip pernyataan pejabat internal Iran.
Hingga Rabu (4/3/2026) pagi, proses penetapan Mojtaba Khamenei masih terus dipertimbangkan secara mendalam. Meski memiliki pengaruh besar, penetapan Mojtaba bukan tanpa risiko.
Sejumlah analis dan laporan intelijen mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika resmi menjabat, Mojtaba diprediksi akan menjadi target operasi militer selanjutnya dari Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan ini memicu perdebatan mengenai strategi perlindungan kepemimpinan nasional di tengah situasi perang.



