Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat publik. Kali ini, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dilaporkan terjaring dalam operasi senyap yang dilakukan pada Jumat (13/3/2026).

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan informasi mengenai penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Cilacap tersebut.

”Benar (Bupati Cilacap ditangkap),” ujar Fitroh saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Jumat sore.

Hingga berita ini diterbitkan, komisi antirasuah tersebut belum merinci siapa saja pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.

KPK juga masih menutup rapat informasi terkait barang bukti uang atau aset yang ditemukan penyidik dalam OTT kali ini.

Berdasarkan prosedur hukum, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum Bupati Cilacap serta pihak-pihak terkait lainnya.

Syamsul Auliya Rachman merupakan sosok muda di panggung politik Jawa Tengah. Pria kelahiran 30 November 1985 ini merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2008 yang meniti karier dari birokrasi pemerintahan.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Cilacap periode 2025-2030 berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya, Syamsul tercatat pernah menduduki posisi strategis, di antaranya Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja (2012), Kasubag Otonomi Daerah Setda Cilacap (2013)., dan Wakil Bupati Cilacap (2017-2022).

Selain menjabat sebagai bupati, ia juga aktif di dunia politik sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cilacap periode 2021-2026.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler