Presiden Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah-mewahan
Cholis Anwar
Jumat, 13 Maret 2026 19:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya terkait pelaksanaan tradisi open house pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Kepala Negara melarang para pejabat negara menggelar acara secara berlebihan atau mewah-mewahan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Presiden menekankan pentingnya bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan teladan yang baik kepada rakyat.
”Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para menteri kabinet.
Presiden mengungkapkan larangan bergaya hidup mewah ini didasari oleh kondisi keprihatinan nasional, mengingat masih banyak masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana alam di berbagai daerah.
Salah satunya merujuk pada data dampak bencana yang melanda sekitar 40.000 hektare lahan pertanian warga.
”Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” tambah Presiden.
Silaturahmi...
- 1
- 2



