Internasional
Prabowo Gigit Jari, Iran Tegas Tolak Tawaran Berunding dengan AS
Zulkifli Fahmi
Kamis, 5 Maret 2026 22:20:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dipastikan ditolak. Iran tegas menyatakan tak akan berunding dengan AS.
Itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Pernyataan itu menanggapi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyatakan Indonesia siap untuk memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali dan kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.
Diketahui, Indonesia dan beberapa negara menawarkan mediasi untuk meredakan eskalasi konflik Timur Tengah. Namun, Iran tegas menolak karena tidak akan berunding dengan Amerika Serikat.
”Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi.
Ia menegaskan, sebelumnya Iran telah bernegosiasi dengan Amerika Serikat hingga tiga kali. Namun, Paman Sam selalu melanggar perjanjian atau melancarkan serangan.
Boroujerdi mengungkapkan, pada negosiasi pertama terkait nuklir, pihaknya dan Amerika Serikat telah mencapai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) ataukesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran.
Kesepakatan ini dicapai antara Iran dan negara-negara besar dunia pada 2015 lalu. Namun, AS kemudian menarik diri dari perjanjian.
AS Selalu Ingkar...
- 1
- 2



