Di lokasi yang sama, General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soetta, Heru Karyadi mengungkapkan, pergerakan penumpang terus menunjukkan tren peningkatan. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Menyikapi hal tersebut, seluruh unsur operasional bandara telah disiagakan, termasuk penguatan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dinamika cuaca ekstrem.
”Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu memperhatikan informasi dari maskapai, mengantisipasi potensi perubahan jadwal akibat cuaca, serta menyiapkan waktu perjalanan yang lebih fleksibel,” tegas Heru.
Murianews, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan tinjauan langsung terhadap arus mudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Banten, Selasa (17/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas kebijakan stimulus pemerintah berupa diskon tiket pesawat selama masa angkutan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungannya, Menhub mengatakan jika kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menanggung sejumlah komponen biaya penerbangan telah berhasil menekan tarif tiket domestik kelas ekonomi.
Pemerintah sebelumnya memproyeksikan penurunan harga tiket sebesar 17 hingga 18 persen melalui penyesuaian pajak pembelian, biaya avtur, hingga surcharge. Namun, berdasarkan pengakuan sejumlah penumpang di lapangan, potongan harga yang dirasakan justru lebih besar.
”Jika disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, perkiraan masyarakat bisa menikmati potongan harga sekitar 17 hingga 18 persen. Namun dalam pelaksanaannya, saya lihat ada masyarakat yang bisa menikmati diskon sampai 20 persen. Alhamdulillah, berarti bisa lebih besar,” ujar Menhub Dudy dikutip dari Antara.
Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara tingginya permintaan dengan kapasitas penerbangan agar lonjakan harga selama periode mudik 2026 tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain memantau tarif, Menhub juga memberikan apresiasi terhadap hasil revitalisasi Terminal 1C Bandara Soetta yang telah beroperasi kembali sejak November 2025. Ia memuji perpaduan unsur modern dengan ornamen khas nusantara seperti anyaman rotan yang memberikan kesan anggun dan berwibawa.
”Pelayanannya sudah bagus. Persiapan sarana dan fasilitas yang diberikan juga sudah cukup memberi kenyamanan bagi para penumpang,” tambahnya.
Puncak mudik...
Di lokasi yang sama, General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soetta, Heru Karyadi mengungkapkan, pergerakan penumpang terus menunjukkan tren peningkatan. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Menyikapi hal tersebut, seluruh unsur operasional bandara telah disiagakan, termasuk penguatan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dinamika cuaca ekstrem.
”Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu memperhatikan informasi dari maskapai, mengantisipasi potensi perubahan jadwal akibat cuaca, serta menyiapkan waktu perjalanan yang lebih fleksibel,” tegas Heru.