PP Muhammadiyah Ajak Umat Maknai Perbedaan Sebagai Ruang Toleransi
Cholis Anwar
Jumat, 20 Maret 2026 10:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menegaskan perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah harus dipandang sebagai momentum emas untuk memperkuat sikap saling menghargai.
Menurutnya, variasi metode penentuan hari raya Idulfitri adalah hal yang dimungkinkan secara ilmiah maupun syariat.
Hal tersebut disampaikan Muhadjir usai melaksanakan Salat Idulfitri di Kantor Sekretariat PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Muhadjir menjelaskan, perbedaan yang terjadi berakar pada keberagaman metodologi yang masing-masing memiliki argumen kuat. Merujuk pada pemikiran Prof Quraish Shihab, ia membedah makna kata syahidah (menyaksikan) dalam konteks melihat hilal.
”Menyaksikan dalam bahasa Arab juga berarti menghitung berdasarkan pengetahuan. Ini adalah soal perbedaan metodologi yang tidak perlu dipertajam. Sebagaimana kita bersyahadat karena akal sehat menyatakan Tuhan itu ada, begitu pula dengan penentuan awal bulan,” jelasnya.
Tahun 2026 menjadi catatan penting bagi Muhammadiyah dengan mulai diterapkannya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini tidak lagi membatasi keberadaan hilal pada wilayah teritorial tertentu, melainkan berlaku secara global.
Muhadjir mencontohkan, pada tahun ini, hilal muncul di wilayah Alaska. Berdasarkan prinsip KHGT, kemunculan tersebut berlaku untuk seluruh dunia.
Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap perbedaan ini sejalan dengan esensi Idulfitri, yakni menjaga hubungan baik antar sesama manusia.
Kalender global...
- 1
- 2



