Internasional
Selat Hormuz Lumpuh, 1.900 Kapal Masih Tertahan
Cholis Anwar
Jumat, 27 Maret 2026 08:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Jalur perdagangan maritim paling strategis di dunia, Selat Hormuz mengalami kelumpuhan total menyusul ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 1.900 kapal komersial dilaporkan tertahan di kawasan Teluk Persia sejak pecahnya konflik pada akhir Februari 2026.
Penutupan jalur ini dilakukan secara efektif oleh otoritas Teheran bagi kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan negara penyerang.
Akibatnya, ribuan kapal terpaksa menjatuhkan jangkar di perairan terbuka karena tidak dapat melanjutkan perjalanan di tengah blokade militer.
Juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, Ebrahim Zolfaqari mengatakan, pihaknya telah mengubah aturan perlintasan di selat tersebut. Ia menyatakan situasi tidak akan kembali seperti semula selama agresi masih berlangsung.
”Entitas yang terkait dengan AS dan Israel tidak memiliki hak untuk melintas. Kapal dari negara lain tetap diizinkan selama tidak mendukung agresi dan mematuhi aturan keselamatan,” ujar Zolfaqari dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).
Kelumpuhan ini berdampak langsung pada pasokan energi dunia. Data pelacak real-time MarineTraffic mencatat jenis kapal yang terjebak meliputi 324 kapal curah, 315 pengangkut kimia, dan 211 tanker minyak mentah.
Perusahaan analisis Vortexa menyebutkan sekitar 190 juta barel minyak mentah dan produk turunannya saat ini terombang-ambing di atas kapal-kapal yang tertahan.
Pelayaran raksasa...
- 1
- 2



