Personel Pasukan Perdamaian PBB asal RI Gugur dalam Konflik Israel
Cholis Anwar
Senin, 30 Maret 2026 11:11:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Serangan balasan Israel dilaporkan telah menelan korban jiwa lebih dari 1.000 warga Lebanon. Tak hanya warga sipil, personel UNIFIL dari berbagai negara yang bertugas di perbatasan juga turut menjadi korban akibat terjebak dalam baku tembak.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebelumnya telah menegaskan bahwa keselamatan prajurit yang tergabung dalam Kontingen Garuda tetap menjadi prioritas utama.
Sejak pertengahan Maret lalu, pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika situasi di lapangan.
”Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda,” tulis keterangan resmi Kemlu pada 14 Maret 2026.



