Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pengerahan ribuan personel TNI untuk misi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza, Palestina, akan dilaksanakan secara bertahap.

Pemerintah saat ini masih melakukan finalisasi detail rencana pengiriman guna memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai prosedur.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (27/2/2026), menjelaskan bahwa mustahil bagi Indonesia untuk langsung mengirimkan seluruh pasukan dalam satu waktu.

Pengerahan secara bertahap dianggap sebagai langkah yang lumrah dalam operasional pasukan penjaga perdamaian internasional, termasuk untuk misi yang akan diemban oleh personel RI di Gaza.

”Saat ini, pihak Kemlu terus mematangkan teknis pengerahan pasukan dengan instansi terkait, yakni Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI,” katanya seperti dilansir Antara.

Pembahasan mendalam mencakup batasan mandat (caveat) yang akan dijalankan oleh pasukan Indonesia. Pemerintah RI berkomitmen untuk menempatkan personelnya pada misi non-tempur dan memastikan bahwa tugas yang dijalankan tidak terkait dengan misi demiliterisasi di wilayah tersebut.

Kemlu memastikan keterlibatan aktif bersama Kemhan dalam seluruh proses perencanaan misi kemanusiaan ini. Selain teknis lapangan, pemerintah juga tengah merampungkan proses penetapan jabatan strategis, termasuk posisi Wakil Panglima ISF yang telah dipercayakan kepada Indonesia.

Masuk Gaza Awal April...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler