Jenazah Pasukan Perdamaian RI Gugur Akibat Israel Segera Direpatriasi
Cholis Anwar
Senin, 30 Maret 2026 11:47:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bergerak cepat untuk memproses repatriasi jenazah satu prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB yang gugur di Lebanon.
Personel yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) tersebut tewas akibat serangan artileri tidak langsung yang dilancarkan militer Israel ke markas mereka pada Minggu (29/3/2026) malam.
Selain berakibat pada meninggalnya satu orang, insiden di dekat Adchit Al Qusayr tersebut juga menyebabkan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka. Kemlu memastikan para korban luka kini tengah mendapatkan penanganan medis terbaik.
”Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka,” tulis pernyataan resmi akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi rincian kondisi para prajurit yang terkena serangan.
Berdasarkan laporan terkini, satu prajurit gugur di tempat, satu orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya luka ringan.
Insiden ini terjadi saat situasi di Lebanon selatan memanas akibat saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata.
”Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan. Proses klarifikasi masih terus dilakukan oleh UNIFIL,” jelas Rico, Senin (30/3/2026).
Pelanggaran...
- 1
- 2



