Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Bitung – Wilayah Bitung, Sulawesi Utara, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Jumat (3/4/2026) siang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) pasca-gempa besar berkekuatan M7,6 yang melanda Pulau Batang Dua sehari sebelumnya.

Berdasarkan hasil analisis mutakhir BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 11.42 WIB ini memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M5,0.

Pusat gempa terletak di laut pada koordinat 1,56° LU dan 126,25° BT, tepatnya berjarak 126 kilometer arah Timur Laut Bitung, Sulawesi Utara. Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman 19 kilometer.

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi.

”Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Berdasarkan pemodelan, gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan cukup nyata di beberapa wilayah di Maluku Utara, antara lain Batang Dua dan Ternate terasa pada skala intensitas III MMI.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler