Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JakartaGempa Sulut dan Malut berkekuatan besar tak hanya mengguncang daratan, tetapi juga memicu respons cepat dari pemerintah pusat di Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat.

Gempa Sulut dan Malut dengan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) memicu perhatian serius pemerintah di Jakarta. Dalam arahan terbarunya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya respons cepat, terutama dalam proses penyelamatan dan evakuasi masyarakat terdampak.

Dilansir dari Antara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan seluruh pihak diminta bergerak sigap di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan korban gempa Sulut dan Malut segera ditemukan, dievakuasi, dan mendapatkan layanan terbaik.

Menurutnya, kecepatan menjadi faktor krusial di fase awal bencana. Tanpa data yang akurat, distribusi bantuan berpotensi tidak tepat sasaran. Karena itu, pendataan korban dan kerusakan infrastruktur harus dilakukan secara paralel dengan proses evakuasi.

“Informasi yang tepat akan menentukan efektivitas penanganan. Ini kunci agar bantuan bisa segera sampai ke yang membutuhkan,” ujarnya terkait respon pemerintahan Prabowo Subianto atas Gempa Sulut dan Malut yang terjadi.

Gempa Sulut dan Malut ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme thrust fault atau pergerakan naik. Pusat gempa berada di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer.

Dampaknya terasa cukup luas dengan wilayah Ternate mengalami guncangan kuat (V–VI MMI). Kemudina wilayah Menado merasakan getaran sedang hingga kuat (IV–V MMI). Sedangkan Beberapa wilayah Gorontalo merasakan getaran ringan (II–III MMI) akibat gempa ini.

Tsunami...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler