Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 24,8 T untuk Sekolah Keagamaan
Cholis Anwar
Senin, 6 April 2026 11:51:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp 24,8 triliun.
Langkah ini diambil guna mempercepat transformasi dan menghapus ketimpangan kualitas antara sekolah keagamaan di Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan Menag dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Bidang Pendidikan yang digelar secara daring bersama Kemenko PMK pada Senin (6/4/2026).
”Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum. Semuanya harus setara karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka,” ujar Nasaruddin Umar dikutip dari Antara.
Salah satu alokasi terbesar dari usulan tersebut adalah dana revitalisasi satuan pendidikan senilai Rp 13,7 triliun. Anggaran ini direncanakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana (sarpras) di 7.131 lembaga pendidikan yang saat ini dalam kondisi mendesak.
Rincian sasaran revitalisasi tersebut mencakup 6.973 Madrasah, 128 Sekolah Kristen, 13 Sekolah Katolik, 9 Sekolah Hindu, dan 8 Sekolah Buddha.
Menag mengatakan, kualitas sarpras yang mumpuni merupakan cerminan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan. Menurutnya, masih banyak bangunan madrasah yang membutuhkan perbaikan serius agar proses belajar mengajar berjalan optimal.
Selain perbaikan fisik, Kemenag juga menitikberatkan pada modernisasi pembelajaran yang rinciannya adalah untuk digitalisasi pembelajaran Rp 10,9 triliun, bantuan buku tulis gratis sebesar Rp 159 miliar, dan sekolah unggul garuda transformasi sebesar Rp 22,9 miliar.
Nasaruddin Umar menegaskan, penguatan pendidikan keagamaan ini sejalan dengan semangat Asta Cita serta direktif Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi unggul yang kompetitif.



