Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Hingga saat ini, pemerintah masih mengkaji terkait dengan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi pertamax cs. Sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar dipastikan tetap stabil hingga Desember 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh.

”Itu masih dikaji. Setelah pengkajian selesai, pasti akan segera disampaikan ke publik,” ujar Airlangga dikutip dari Antara, (7/4/2026).

Keputusan ini membuat pengguna BBM nonsubsidi, baik dari Pertamina maupun perusahaan swasta, harus menunggu kepastian resmi. Berbeda dengan produk subsidi, kelompok BBM ini mengikuti mekanisme harga keekonomian dan sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.

Sejumlah produk yang berpotensi mengalami penyesuaian harga antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Untuk Shell yakni Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Diesel. Untuk BP yakni BP 90, BP 92, dan BP Ultimate.

Di sisi lain, masyarakat pengguna BBM subsidi dapat sedikit bernapas lega. Pemerintah berkomitmen menjaga harga Pertalite dan Solar tidak naik hingga akhir tahun 2026, selama harga minyak dunia tidak melampaui rata-rata 97 dollar AS per barel.

Simulasi anggaran...

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai simulasi anggaran untuk mempertahankan subsidi energi ini.

”Subsidi terhadap BBM tidak akan dihilangkan dan akan terus diadakan sampai akhir tahun,” tegas Purbaya.

Ia menyebutkan, bahkan jika harga minyak dunia menyentuh 100 dollar AS per barel, pemerintah tetap optimistis subsidi dapat dijaga tanpa membebani APBN secara berlebihan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News