Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JakartaPresiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin pertemuan besar bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026) siang ini.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah pemaparan komprehensif mengenai kondisi ekonomi makro Indonesia di tengah dinamika global.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko. Ia menyebutkan bahwa paparan tidak hanya datang dari Presiden, tetapi juga melibatkan otoritas moneter.

”Ya betul. Pemaparan kondisi ekonomi makro oleh Presiden, Gubernur BI (Bank Indonesia), dan lain-lain,” ujar Budiman dikutip dari Kompas.com.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, agenda taklimat ini akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Mengingat pentingnya materi yang akan dibahas, Presiden menginstruksikan kehadiran seluruh pemangku kebijakan strategis, tidak hanya di level menteri.

Para peserta yang dijadwalkan hadir meliputi seluruh Menteri Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I kementerian dan lembaga, seluruh Direktur Jenderal dan Deputi, jajaran Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pertemuan ini digelar di tengah perhatian publik terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama menyangkut isu energi dan daya beli.

Pimpinan BUMN...

Kehadiran para pimpinan BUMN dan pejabat eselon I mengindikasikan bahwa Presiden ingin memastikan sinkronisasi kebijakan dari level pengambilan keputusan hingga eksekusi di lapangan.

Melalui paparan ini, Pemerintah diharapkan memberikan gambaran jelas mengenai arah kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi mendatang.

Selain itu, keterlibatan Gubernur BI menunjukkan adanya upaya penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter pusat.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler