Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kresek Indonesia mengajak anak-anak dan orang tua belajar mengelola sampah sejak dini dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (26/7/2026).

Edukasi dilakukan melalui pembuatan gantungan kunci berbentuk kupu-kupu dari bungkus kopi bekas sekaligus mengenalkan cara mengurangi, memilah, dan mengolah sampah.

Founder Kresek Indonesia, Faesal Adam mengatakan, edukasi tersebut penting mengingat sebagian besar timbulan sampah di Kabupaten Kudus berasal dari rumah tangga.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, sebanyak 58,07 persen timbulan sampah di Kudus berasal dari sektor rumah tangga, dengan total mencapai 437,4 ton per hari.

”Tujuan kami mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak dan orang tua, agar mulai mengurangi sampah terlebih dahulu, kemudian memanfaatkan sampah yang dihasilkan. Harapannya, kesadaran itu tumbuh sejak kecil sehingga ke depan mereka lebih peduli terhadap permasalahan sampah,” ujarnya pada Murianews.com.

Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkutnya ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sebab, cara tersebut hanya memindahkan masalah apabila tidak diiringi upaya pengurangan timbulan sampah dari masyarakat.

”Kalau kita bisa menyelesaikan sampah dari rumah, berarti kita sudah menyelesaikan sebagian besar persoalan sampah itu sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, Kresek Indonesia mengenalkan konsep cegah, pilah, dan olah sampah kepada peserta. Anak-anak diajak mengurangi timbulan sampah, memilah sampah sesuai jenisnya, kemudian mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat.

Kreativitas...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler