Kemensos Kaji Opsi Penebalan Bansos sebagai Stimulus Ekonomi 2026
Cholis Anwar
Senin, 13 April 2026 12:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemenkes) tengah mengkaji kemungkinan kebijakan penebalan"atau penambahan nilai bantuan sosial (bansos) pada tahun anggaran 2026.
Langkah ini disiapkan sebagai bagian dari skema stimulus ekonomi untuk mengantisipasi ketidakpastian kondisi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, saat ini wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan awal serta simulasi koordinasi lintas kementerian. Hingga kini, belum ada keputusan final yang diterbitkan oleh Presiden.
”Sudah ada semacam pembahasan, namun belum keputusan. Baru simulasi untuk memberikan stimulus ekonomi. Kebijakannya macam-macam, salah satunya biasanya penebalan atau penambahan jumlah penerima manfaat bansos,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, Senin (13/4/2026).
Skema penebalan bansos merupakan instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah efisiensi anggaran.
Gus Ipul merujuk pada kebijakan tahun lalu, di mana pemerintah sempat menambah bantuan pada pertengahan tahun dan memperluas cakupan penerima di akhir tahun.
Pada periode tersebut, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melonjak signifikan dari 18 juta keluarga menjadi 35 juta keluarga. Perluasan ini mencakup kelompok masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
”Apakah tahun ini akan seperti itu? Kita tunggu kebijakan dari Bapak Presiden,” tambahnya.
Bansos reguler...
Meski opsi penebalan masih dikaji, Gus Ipul memastikan program bansos reguler tetap berjalan sesuai jadwal. Saat ini, pemerintah tengah merampungkan persiapan penyaluran untuk periode triwulan kedua tahun 2026.
Penyaluran ditargetkan mulai berjalan pada pekan ketiga April mendatang. Terdapat dua jenis bantuan utama dalam skema reguler ini, yakni Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Senilai Rp 600 ribu per pencairan setiap triwulan.
Kemudian Program Keluarga Harapan (PKH) dengan besaran dana disesuaikan dengan komponen penerima, seperti ibu hamil, anak sekolah, serta kelompok rentan lainnya.
”Mudah-mudahan di minggu ketiga April sudah bisa mulai salur. Insya Allah, mohon doanya agar lancar,” tutupnya.



