Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Harga referensi (HR) komoditas biji kakao untuk periode Mei 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,45 persen. Tren positif ini didorong oleh melonjaknya permintaan global yang tidak sebanding dengan ketersediaan jumlah produksi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tommy Andana mengatakan, HR biji kakao kini ditetapkan mencapai 3.268,68 dollar AS per metrik ton (MT). Angka tersebut naik sebesar 78,05 dollar AS dibandingkan periode sebelumnya.

”HR dan HPE biji kakao naik karena peningkatan permintaan yang tidak diikuti oleh peningkatan produksi. Selain itu, kekhawatiran kekurangan suplai juga memicu kenaikan tersebut,” ujar Tommy Andana dalam keterangan resminya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (2/5/2026).

Kenaikan HR ini berdampak langsung pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao yang kini berada di level 2.963 dollar AS per MT, atau meningkat 2,66 persen dari bulan sebelumnya.

Seiring dengan perubahan harga tersebut, pemerintah telah menetapkan besaran tarif ekspor untuk periode Mei 2026. Untuk Bea Keluar ditetapkan sebesar 5 persen, mengacu pada PMK Nomor 38 Tahun 2024 juncto PMK Nomor 68 Tahun 2025.

Pajak Ekspor (PE) ditetapkan sebesar 5 persen, merujuk pada PMK Nomor 69 Tahun 2025 juncto PMK Nomor 9 Tahun 2026.

Berbeda dengan biji kakao, Kemendag memastikan bahwa HPE untuk sejumlah komoditas pertanian dan kehutanan lainnya tidak mengalami perubahan. Produk seperti kulit, kayu, dan getah pinus tetap menggunakan tarif HPE yang sama dengan periode April 2026.

Menurut Tommy, stabilnya harga komoditas lain menunjukkan kondisi pasokan di pasar internasional masih terjaga dengan baik.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News