Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JakartaPresiden Prabowo Subianto mengaku kerap merasa pilu saat menerima kritik keras dari para anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memilih berada di luar pemerintahan.

Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo di tengah pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

”Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu,” kata Prabowo Subianto yang langsung disambut tawa para peserta rapat di Gedung DPR RI.

Meski sempat merasa pilu, Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan jika dirinya sangat memahami bahwa kritik tajam yang dilayangkan oleh PDIP merupakan bagian penting dari mekanisme pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan.

”Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita, Saudara-saudara sekalian,” ujarnya.

Prabowo menyatakan sangat menghormati dan menghargai keputusan politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk konsisten berada di luar kabinet demi menjaga marwah demokrasi serta fungsi check and balances.

”Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” tutur Kepala Negara.

Atas dasar pengorbanan tersebut, Presiden secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya karena langkah PDI-P dinilai memiliki andil besar dalam merawat iklim demokrasi di tanah air.

”Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” ucapnya hangat.

Melebur...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News