Info Haji 2026
Nekat Kavling Tenda Arafah, Penanda Milik KBIHU Dicopot Paksa Kemenhaj
Cholis Anwar
Jumat, 22 Mei 2026 13:06:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencopot paksa papan penanda kloter yang dipasang secara sepihak oleh sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di area tenda maktab Arafah, Arab Saudi.
Selain membongkar paksa penanda ilegal tersebut, Kemenhaj juga melayangkan teguran keras kepada pihak perusahaan penyedia layanan atau syarikah yang kedapatan membiarkan aksi penempelan tersebut.
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak, sejumlah tenda jamaah yang dikelola oleh syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait didapati dipasangi kertas nama kloter dan logo tulisan KBIHU.
Pada kertas yang ditempel di pintu masuk tenda, pihak KBIHU bahkan sengaja mencantumkan logo syarikah agar terkesan sebagai penempatan resmi.
”Yang melakukan pengkavlingan ini adalah KBIHU. Mereka memilih tenda sendiri tanpa sepengetahuan dari Kementerian Haji dan Umrah. Yang tidak tertib tolong ditegur,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (21/5/2026).
Dahnil memaparkan, tindakan indisipliner oknum KBIHU yang mengkavling tenda-tenda secara sepihak tersebut sangat merugikan jamaah calon haji lainnya.
Ia merujuk pada hasil evaluasi total penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu, di mana perilaku ego sektoral serupa menyebabkan distribusi penempatan tidak merata hingga banyak jamaah calon haji yang telantar dan tidak mendapatkan fasilitas tenda.
Wamenhaj secara khusus meminta dan memperingatkan pihak syarikah untuk memperketat pengawasan dan tidak membiarkan KBIHU mengatur sendiri layout tenda jemaah, baik saat berada di Arafah maupun di Mina (Armuzna).
Sanksi...
- 1
- 2



