Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Myanmar – Sebuah ledakan dahsyat melanda sebuah bangunan yang dilaporkan menjadi tempat penyimpanan bahan peledak pertambangan di wilayah timur laut Myanmar pada Minggu (31/5/2026).

Insiden mengerikan tersebut dilaporkan merenggut nyawa lebih dari 45 orang.

Mengutip dari Antara, peristiwa ledakan itu terjadi sekitar tengah hari di kawasan kota Namhkam, Negara Bagian Shan, Myanmar. Selain menelan puluhan korban jiwa, gelombang kejut dari ledakan itu juga mengakibatkan sedikitnya 70 orang lainnya mengalami luka-luka.

Secara geografis, lokasi kejadian berada sekitar 3 kilometer di sebelah selatan perbatasan China.

Wilayah tersebut saat ini berada di bawah kendali penuh Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), sebuah kelompok bersenjata etnis sekaligus organisasi politik yang aktif memperjuangkan otonomi daerah di Myanmar.

Dampak masif dari ledakan komersial ini turut memicu kerusakan infrastruktur pemukiman di sekitarnya. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan banyak rumah penduduk sipil yang mengalami rusak berat akibat radius getaran ledakan tersebut.

Hingga saat ini, sejumlah media lokal Myanmar merilis data mutakhir yang menyebutkan bahwa angka korban tewas dalam insiden maut tersebut telah merangkak naik dan berkisar antara 50 hingga 55 orang.

Rekaman Video...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler