Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang – Bencana banjir rob menerjang tiga desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026). Terjangan air pasang laut tersebut menggenangi kawasan permukiman padat penduduk serta melumpuhkan akses jalan desa setempat.

”Ketiga desa yang terdampak rob tersebut yakni Desa Pantiharjo (Kecamatan Kaliori) serta Desa Sumurtawang dan Pandangan Kulon (Kecamatan Kragan),” terang Sub Koordinator Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Bambang Adi Wijanarko dikutip dari Antara.

Bambang menguraikan, fenomena banjir rob mulai mersek masuk ke wilayah daratan sekitar pukul 09.00 WIB. Hal ini dipicu oleh lonjakan pasang air laut yang meluap hingga melompati batas pantai dan langsung menyasar rumah-rumah warga serta fasilitas jalan.

Sebagai contoh, di wilayah Desa Pantiharjo, ketinggian genangan air laut tercatat mencapai 20-30 sentimeter (Cm). Dampaknya, sebanyak lima rumah warga terendam air dan akses jalan poros desa sepanjang 150 meter ikut tergenang.

”Selain rumah warga, halaman rumah dan akses jalan desa juga terdampak genangan air laut,” imbuh Bambang.

Kondisi cukup parah juga melanda wilayah Desa Sumurtawang. Di lokasi ini, banjir rob menghantam delapan rumah warga.

Dari jumlah tersebut, sebanyak lima rumah di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan struktural berupa jebol pada bagian dinding bangunan, sementara tiga unit rumah lainnya tergenang tanpa kerusakan fisik.

Berdasarkan data tabulasi kedaruratan BPBD, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang terpaksa diungsikan akibat insiden alam ini. Kendati demikian, roda aktivitas harian masyarakat setempat sempat tersendat, dengan proyeksi nilai kerugian material ditaksir menembus angka Rp 40 juta.

Abrasi pantai...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler