Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit unggul komoditas kakao dan kelapa guna mendongkrak produktivitas serta kesejahteraan petani lokal.

”Pemerintah menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa secara nasional,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Amran memaparkan, draf penyediaan varietas bibit unggul ini merupakan bagian dari program makro pemerintah untuk mengaselerasi komoditas perkebunan strategis.

Sektor ini dinilai memiliki potensi tinggi dalam menopang roda pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Saat ini, pemerintah tengah memacu draf pengembangan sekitar 870 ribu hektare lahan perkebunan di berbagai wilayah Indonesia. Wilayah tanam baru ini mencakup komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, tebu, pala, dan mete.

Guna memaksimalkan serapan pasar domestik maupun ekspor, Kementan juga mengunci draf program hilirisasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Kebijakan ini memastikan seluruh hasil panen perkebunan rakyat dapat langsung diserap sebagai bahan baku industri manufaktur dalam negeri.

Khusus untuk wilayah Provinsi Sultra, Kementan mengalokasikan jatah draf bantuan sekitar 38 juta benih tanaman. Seluruh paket bantuan ini dipastikan murni bersumber dari alokasi anggaran negara dan disalurkan secara gratis tanpa pungutan biaya.

Bantuan cuma-cuma ini mencakup distribusi bibit unggul bersertifikat, bantuan draf pengolahan lahan fisik, hingga pendampingan proses penanaman agar tidak membebani permodalan awal para kelompok tani.

Proyeksi 2027...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler