Prabowo Ungkap Ada Akal-akalan Bocorkan Anggaran Negara hingga 1.000 T
Cholis Anwar
Jumat, 24 Juli 2026 07:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membeberkan potensi kebocoran anggaran negara yang mencapai nilai fantastis, yakni hingga Rp 1.000 triliun atau sekitar 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 3.700 triliun.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
”Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, Rp 3.700 triliun kurang lebih. Jadi kalau 30 persen bocor, artinya lebih Rp 1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, pemerintahannya berkomitmen penuh untuk menutup berbagai modus ”akal-akalan” penggelembungan anggaran yang kerap terjadi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Melalui pengetatan dan pembenahan sistem, Prabowo mengaku berhasil melakukan efisiensi anggaran hingga mencapai Rp 300 triliun hanya dalam kurun waktu beberapa bulan pertama masa kepemimpinannya.
Uang negara hasil efisiensi dan penyelamatan dari kebocoran tersebut dialihkan langsung untuk program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di antaranya adalah penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur desa, hingga perbaikan fasilitas pendidikan.
”Ini yang kita gunakan untuk MBG. Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi. Lima ribu jembatan kita bangun sampai Desember 2026. Rakyat di desa mereka tidak mau nunggu lagi. Tadinya jalan kaki satu jam, nyebrang pakai tali, kita atasi,” tegasnya.
Selain pembangunan ribuan jembatan penyeberangan di daerah, anggaran efisiensi tersebut juga dialokasikan untuk membenahi infrastruktur pendidikan nasional yang rusak.
”Sekolah-sekolah roboh, roboh. Sampai akhir tahun saya instruksikan 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh,” tambah Prabowo.



