Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Ternate – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, gempa bumi yang mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (24/7/2026) pagi dipicu oleh aktivitas subduksi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.

”Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi,” kata Wijayanto dikutipdari Antara.  

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BMKG juga memperbarui parameter gempa dengan magnitudo M 5,7 pada kedalaman 27 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,75 LU dan 126,33 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 115 kilometer arah barat daya Ternate.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas guncangan tertinggi dirasakan di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, dengan skala intensitas V MMI.

Pada skala ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk, membuat warga terkejut dan berlari keluar rumah.

Sementara itu, guncangan skala IV MMI dirasakan di Kayoa (Halmahera Selatan), Kota Ternate, dan Kota Tondano. Sedangkan skala III MMI dirasakan di Pulau Ternate, Kota Tidore, Kota Jailolo, hingga Kota Bitung.BMKG memastikan pemodelan tsunami menunjukkan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa susulan...

Hingga pukul 06.25 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler