Blora Terima Anggaran Rp 38,22 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Dani Agus
Jumat, 24 Juli 2026 09:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Bantuan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 38,22 miliar diterima Pemkab Blora, Jawa Tengah, untuk memperbaiki jaringan irigasi guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Perbaikan dilakukan pada 168 lokasi jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Blora.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Surat menyatakan, bantuan anggaran sebesar Rp 38,22 miliar itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI).
Selain bertujuan untuk memperbaiki jaringan irigasi, bantuan ini sekaligus untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa melalui pola swakelola yang melibatkan kelompok tani.
”Jaringan irigasi yang menjadi sasaran perbaikan berada di wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana,” jelas Surat, dilansir dari Antara Jateng.
Setiap titik kegiatan, mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 195 juta yang langsung disalurkan ke rekening Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai pelaksana kegiatan melalui mekanisme swakelola tipe IV.
Dijelaskan, pola swakelola tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola pembelian material sekaligus melaksanakan pekerjaan secara padat karya, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga di sekitar lokasi proyek.
Selain meningkatkan fungsi jaringan irigasi guna mendukung ketahanan pangan, pelaksanaan program itu juga untuk membuka lapangan kerja sementara dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Dengan adanya program yang dilaksanakan secara swakelola oleh P3A bersama masyarakat, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja di wilayah perdesaan.



