Kepala BGN Sudaryono Gandeng Kejagung, Sisir Mitra MBG Bermasalah
Cholis Anwar
Selasa, 28 Juli 2026 07:44:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyisir dan mengecek mitra serta yayasan pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bermasalah.
Langkah ini diambil guna membenahi tata kelola program MBG dari total 27.469 dapur penyedia yang saat ini aktif beroperasi di seluruh Indonesia.
”Tapi ada juga mitra-mitra yang kemudian mungkin caranya salah (bermasalah), mungkin dulunya terafiliasi. Jadi dari 27.469 dapur yang sekarang ini aktif beroperasi, itu kami sisir semua,” ujar Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Sudaryono menegaskan BGN akan menjalankan setiap rekomendasi dari aparat penegak hukum dan tidak segan mencabut izin mitra yang terbukti melanggar aturan.
”Intinya apa pun rekomendasi, apa pun temuan akan kami tindak lanjuti, kalau manakala terbukti tidak benar maka harus diberi sanksi kita cabut. Kami tidak mentolerir itu,” ucapnya.
Menurut Sudaryono, ketegasan ini penting karena program MBG menyangkut keamanan, kesehatan, dan keselamatan jiwa penerima manfaat.
Meski demikian, ia meminta publik tidak melabeli seluruh mitra sebagai pemburu keuntungan semata, sebab mayoritas mitra telah bekerja dengan baik dan berintegritas.
”Saya sekali lagi saya tidak punya dapur, jadi saya tidak ada kepentingan apa pun. Jadi bagi mitra yang banyak dan kebanyakan mitra itu baik, maka ini harus kita apresiasi,” katanya.
Modal pribadi...
Ia mengapresiasi para mitra yang telah mengeluarkan modal pribadi untuk membangun infrastruktur dapur demi menyukseskan program MBG di daerah.
”Ada mungkin mitra yang cari untung mungkin kebanyakan ada. Mitra itu bahasa Sanskerta yang artinya adalah kawan atau sahabat. Jadi mitra ini adalah orang yang mengeluarkan biaya, membangun pakai uangnya, membangun dapur,” tutur Sudaryono.



