Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Saat acara dinas di luar negeri, saya sering pakai batik dari Grobogan. Ternyata, banyak orang yang suka karena motifnya unik. Banyak pula, duta besar dari sejumlah negara yang tertarik sama batik Grobogan ini, lho,” kata Firman saat acara penyerahan bantuan peralatan pertanian pada petani yang dilangsungkan di Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, Selasa (8/11/2016).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Dandim 0717 /Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning. Terlihat pula, Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo, Asisten II Dasuki, Staf Ahli Sugeng, dan Kepala Dinas Pertanian TPH Edhie Sudaryanto.

Firman menyatakan, baju batik Grobogan juga sering dipakai saat acara yang berkaitan dengan masalah pertanian. Terutama, saat melangsungkan acara ke daerah-daerah.

“Seperti saat ini, saya hadir dengan pakai baju batik Grobogan. Saya punya banyak batik Grobogan ini dengan berbagai warna, ada kuning, merah, hijau. Kebetulan hari ini saya pakai batik warna kuning. Tetapi hal ini jangan dihubungkan dengan warna partai saya,” kata politisi Partai Golkar asal Pati itu.

Menurutnya, motif utama batik Grobogan lebih banyak menggambarkan hasil pertanian. Seperti jagung, padi, dan kedelai yang selama ini memang jadi komoditas unggulan di Grobogan.“Melalui batik ini secara tidak langsung menjadi sarana buat mengenalkan potensi pertanian di sini. Selama ini, saya tahu persis kalau Grobogan merupakan salah satu wilayah penyangga pangan nasional,” jelasnya.Usai berbicara masalah batik, Firman kemudian menyampaikan masalah pentingnya peralatan pertanian bagi petani. Selain memudahkan pengolahan lahan, adanya peralatan modern juga bisa menimbulkan semangat generasi muda untuk menekuni dunia pertanian.“Minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian ini mulai menurun. Soalnya, mereka menganggap kerja di bidang ini selalu kotor karena bergelut dengan lumpur dan tanah. Nah, dengan alat modern ini kita harapkan anggapan itu bisa berubah,” kata Firman yang dalam acara itu sempat mencoba mengoperasikan traktor roda empat yang akan diserahkan buat petani itu. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler