Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sepatu itu digunakan Sandiaga saat kunjungan ke desa wisata yang ada di Jembrana. Kemudian, sepatu itu dikenakan lagi saat rangkaian kunjungan kerja ke Bali pada Selasa (16/5/2023).

Setelah dipakai Sandiaga, ada imbas positif terhadap produk sepatu lokal itu. Di mana, produk sepatu tersebut jadi kebanjiran pesanan.

Baca juga: Produk UMKM Terbaik Indonesia Dipamerkan di KTT ASEAN 2023

”Sepatu yang saya pakai adalah sepatu dari Jembrana. Sepatu ini memiliki kualitas tinggi dan pembuatnya juga sudah mengikuti pelatihan. Saya berharap sepatu Jembrana Bahagia ini bisa menjadi ikon dari produk-produk ekonomi kreatif yang memiliki kekuatan HKI. Sepatunya nyaman banget saat dipakai,” ujarnya, dilansir dari laman Kemenparekraf, Rabu (17/5/2023).

Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Loka Swarna Putu Devi Indah Bestari (49) mengaku senang produknya bisa diendorse oleh menparekraf. Ia mengatakan, seusai digunakan Menparekraf Sandiaga, usaha sepatunya kebanjiran pesanan. Sampai pelanggan harus menunggu antrean produksi lantaran kehabisan bahan baku endek.”Pada Desember 2022 saat Menteri datang ke Jembrana dan saya juga lihat di sosial media. Setelah dipakai Pak Menteri, kami kebanjiran order dan kekurangan bahan baku endeknya. Kebetulan juga setelah Pak Menteri pakai, Presiden Joko Widodo juga pakai. Bahkan sampai inden untuk motif yang Pak Jokowi pakai,” ujarnya.Devi menceritakan awal mula pembuatan sepatu endek Jembrana ini hanya menggunakan sisa kain perca dari para penjahit. Namun karena banyaknya pesanan yang ada, sehingga harus membeli kain meteran untuk bahan utama sepatu endek tersebut.”Awal mula pada November 2022 kami masih mengumpulkan kain sisa. Karena permintaan banyak dan untuk stok juga akhirnya beli kain meteran. Proses pengerjaan untuk sepasang sepatu bisa memakan waktu 1 sampai 2 hari dengan harga Rp 350 ribu-Rp 400 ribu,” ujarnya.Devi juga mengucapkan terima kasih kepada Menparekraf Sandiaga yang terus mendukung dan bangga menggunakan produk lokal untuk menyejahterakan para pelaku UMKM di tanah air. ”Sangat senang sekali terlebih dengan digunakan oleh Pak Menteri yang gencar kampanye produk lokal itu besar manfaatnya dan sangat luar biasa bagi kami para pelaku ekraf di daerah,” katanya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler