Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang Inflasi bulan ke bulan (month-to-month) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Desember 2024 sebesar 0,56 persen. Hal ini berdasarkan rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik Rembang.

Angka ini meningkat dibandingkan inflasi sejak Agustus 2024, namun masih sedikit lebih rendah dari inflasi Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 0,57 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang Jubaedi menyampaikan, ada delapan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi pada Desember 2024. Dari jumlah tersebut, tiga kelompok pengeluaran menyumbang andil terbesar terhadap inflasi.

”Penyumbang inflasi tertinggi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1,35 persen dan andil inflasi 0,44 persen,” jelas Jubaedi, dilansir dari laman Pemkab Rembang.

Beberapa komoditas dominan yang memengaruhi inflasi di kelompok ini adalah telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, kelapa, bawang putih, minyak goreng, bawang merah, dan kangkung.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang kedua dengan inflasi 0,37 persen dan andil 0,05 persen. Komoditas yang dominan dalam kelompok ini adalah perubahan harga mobil.

Berikutnya, Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga menempati posisi ketiga, dengan inflasi 0,34 persen dan andil 0,02 persen. ”Komoditas dominan adalah sabun deterjen bubuk,” imbuh Jubaedi.

Komoditas Penahan Inflasi... 

Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat sebagai penahan inflasi, bahkan mengalami deflasi pada Desember 2024. Ikan bandeng memberikan andil deflasi terbesar, yakni 0,03 persen, diikuti udang basah, perhiasan emas, dan kemiri dengan masing-masing andil 0,01 persen.

”Selain itu, enam komoditas lain yang mengalami deflasi tetapi dengan andil kecil meliputi buah pir, daun bawang, buncis, kentang, daging ayam ras, dan gula merah,” pungkasnya.

 

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler