Rembang Bersholawat, Bupati Harno Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Dani Agus
Jumat, 22 Agustus 2025 10:21:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Acara Rembang Bersholawat digelar di Alun-Alun Kota Rembang, Kamis (21/8/2025) malam. Acara ini digelar dalam rangka memperingati tiga momentum besar sekaligus.
Yakni, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-284, serta Haul Kanjeng Pangeran Sedo Laut dan para masyayikh se-Kabupaten Rembang.
Menurut Bupati Harno, ketiga peringatan itu menjadi momen refleksi bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
”Perjuangan membangun bangsa dan daerah tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai spiritual. Kemerdekaan bangsa ini lahir berkat pengorbanan para pahlawan sekaligus doa para ulama. Begitu pula dengan perjalanan Kabupaten Rembang yang tumbuh berkat perjuangan dan doa para pendahulu, termasuk Pangeran Sedo Laut,” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Bupati berharap, melalui Rembang Bersholawat masyarakat mendapatkan syafaat Rasulullah SAW serta memperkuat ukhuwah islamiyah.
Ia menekankan pentingnya menjadikan selawat sebagai ikhtiar spiritual agar Rembang senantiasa diberkahi, masyarakat sejahtera, dan pemerintah dimudahkan dalam pengabdian kepada rakyat.
Lebih lanjut, Bupati Harno mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi dan penyemangat dalam membangun daerah. Menurutnya, semangat gotong royong yang diwariskan para pendahulu harus terus dilestarikan di tengah tantangan zaman.



