Penen Padi Melimpah, Harga di Atas APP Bikin Petani Rembang Semringah
Dani Agus
Kamis, 29 Januari 2026 10:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Kondisi tanaman relatif sehat dan pengisian bulir maksimal, sehingga kualitas gabah yang dihasilkan juga baik,” jelasnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Meski demikian, pihaknya mencatat masih adanya tantangan pada aspek pascapanen, khususnya proses pengeringan gabah di tengah musim hujan. Keterbatasan sinar matahari menyebabkan pengeringan konvensional belum optimal dan berdampak pada aktivitas penggilingan padi.
”Pengeringan gabah masih menjadi perhatian. Ke depan, muncul usulan agar pemerintah dapat memfasilitasi pengadaan mesin pengering gabah untuk mendukung petani maupun pelaku penggilingan padi,” ungkapnya.
Saat ini, fasilitas mesin pengering gabah di Kabupaten Rembang masih terbatas dan baru tersedia di beberapa wilayah, seperti Karangsari dan sejumlah titik lainnya. Sebagian besar petani masih mengandalkan pengeringan gabah secara alami.



