Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang – Bupati Rembang, Jawa Tengah, Harno mengatakan, masyarakat yang memiliki budaya literasi yang baik akan lebih mampu berpikir kritis, menyaring informasi secara bijak, serta memiliki karakter yang kreatif dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Bupati Harno saat membuka Festival Literasi 2026 di halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang sekaligus upaya meningkatkan minat baca masyarakat dan memperkuat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Bupati Harno menegaskan, Festival Literasi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan gerakan bersama untuk membangun budaya membaca di tengah masyarakat.

Menurutnya, literasi merupakan bekal penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus informasi yang semakin cepat.

Ia mengatakan, masyarakat yang memiliki budaya literasi yang baik akan lebih mampu berpikir kritis, menyaring informasi secara bijak, serta memiliki karakter yang kreatif dan berdaya saing.

”Literasi adalah fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Harno, dilansir dari laman Pemkab Rembang.

Harno menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat. Karena itu, budaya literasi harus ditanamkan sejak dini dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Festival Literasi 2026... 

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan membentuk kebiasaan membaca anak.

Selain itu, sekolah, perpustakaan, komunitas literasi, dunia usaha, hingga pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyediakan ruang belajar yang nyaman, menarik, dan mudah diakses.

Ia berharap Festival Literasi 2026 mampu menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat Kabupaten Rembang.

Dengan semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, diharapkan kemampuan memahami informasi dan menghadapi tantangan perkembangan zaman juga semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang Arif Romadhon mengatakan, festival tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang perayaan literasi, tetapi juga untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Menurutnya, penyelenggaraan festival melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di Kabupaten Rembang.

Festival Literasi diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk mempromosikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat serta mendorong partisipasi aktif berbagai elemen.

Seperti Bunda Literasi, perpustakaan desa, Forum TBM, komunitas literasi, penerbit, hingga UMKM yang mencerminkan masyarakat berliterasi.

Pemilihan Duta Literasi 2026... 

Ia menambahkan, gerakan literasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat agar budaya membaca semakin mengakar.

Festival Literasi 2026 berlangsung pada 23-25 Juli 2026 dengan beragam kegiatan edukatif dan kompetitif. Pada hari pertama digelar dongeng anak, lomba fashion show anak, serta pemilihan Duta Literasi.

Hari kedua diisi lomba mewarnai, lomba poster, pentas bakat literasi, dan senam bersama masyarakat. Sementara pada hari terakhir akan dilaksanakan grand final lomba bertutur, lomba mata pelajaran, serta penutupan festival.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga menyampaikan capaian membanggakan Kabupaten Rembang di bidang literasi. Pada tahun 2026, Kabupaten Rembang berhasil meraih Juara I Lomba Bertutur tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler