Meriahkan Hari Jadi, Dintanpan Rembang Gelar Pasar Tani Pasti Marem
Dani Agus
Sabtu, 25 Juli 2026 07:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Agus menjelaskan, sebanyak 300 voucher disiapkan dan dapat digunakan di seluruh lapak yang berpartisipasi. Kebijakan tersebut dilakukan agar seluruh pedagang memperoleh manfaat yang merata dari kegiatan pasar tani.
”Kami menyiapkan 300 voucher dan berlaku untuk semua lapak. Harapannya seluruh lapak ikut laris, tidak hanya produk-produk tertentu yang mendapat subsidi dari Bulog maupun dari kami,” jelasnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Terkait harga pangan, Agus menyebut kondisi pasar saat ini relatif stabil. Beberapa komoditas, termasuk telur ayam yang sebelumnya sempat mengalami penurunan harga, kini mulai bergerak naik pada tingkat yang masih wajar.
”Kalau bahan pokok secara umum tidak ada kenaikan yang terlalu signifikan. Telur yang kemarin sempat turun sekarang mulai stabil naik di angka yang wajar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang tidak kebagian voucer dapat membeli secara langsung dengan harga produk yang lebih murah karena diperoleh langsung dari petani dan produsen tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
”Kami siapkan barang di harga awal atau harga produsen. Jadi dibandingkan harga di pasar umum sedikit lebih murah, selisihnya sekitar Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per produk,” terang Agus.
Produk yang dijual di pasar tani tersebut sebagian besar berasal langsung dari petani binaan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), peternak lokal untuk komoditas telur, serta Bulog untuk komoditas beras.
Dengan skema tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sementara petani dan pelaku usaha pangan lokal mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas.



